Desain website telah beranjak jauh sejak awal terciptanya internet lebih dari 30 tahun yang lalu. Yang berawal dimulai sebagai cara untuk berbagi informasi di seluruh dunia, menjadi penemuan paling penting di abad ke-20. Baca lebih lanjut untuk mempelajari tips desain web untuk bisnis Anda.
Pada awalnya, desain website bersifat sangat linier, yaitu hanya terdiri dari teks dan hyperlink yang disusun dalam layout vertikal. Baru pada pertengahan 1990-an ketika Graphical User Interface (GUI) dibuat, memungkinkan desainer untuk mengintegrasikan grafik dan ikon-ikon ke dalam struktur website itu sendiri. Kemudian sistem tabel menjadi cara populer untuk meletakkan elemen di website guna meniru tampilan dokumen cetak dan editorial.
Kini dengan kemajuan dalam teknologi web dan pengkodean yang efisien telah membuka jalan bagi desain website yang lebih canggih dengan elemen interaktif, desain 3D, konsep paralaks, elemen grafis yang bersifat adaptif, dan lainnya.
Namun, meskipun ada kemajuan dalam website, satu hal yang tetap sama adalah penggunaan warna. Bagaimana cara warna diterapkan dalam elemen halaman, dan dampaknya terhadap pada User Experience (UX) serta kesan website tersebut secara keseluruhan pada pengunjung.
Warna adalah keputusan desain yang paling cepat dirasakan dan paling sering dipilih berdasarkan selera.
Dalam artikel ini, kita akan membahas teori warna dan pengaruhnya terhadap emosi audiens Anda, skema warna yang terbukti efektif, makna warna dalam konteks budaya Indonesia, serta standar kontras yang menentukan apakah website Anda dapat dibaca oleh semua pengunjung.
Teori Warna
Dalam konteks desain website, teori warna melibatkan tiga komponen utama, yaitu contrast, complementation dan vibrancy. Komponen-komponen ini mengatur bagaimana warna di interpretasi oleh otak kita dan bagaimana kita memprosesnya secara visual.
Contrast
Contrast mengacu pada warna-warna yang bersifat berlawanan dengan warna tersebut. Misalnya, warna kuning akan menemukan kontrasnya dalam warna biru, sedangkan warna merah akan berlawanan dengan hijau. Ini mudah diidentifikasi ketika mengacu pada diagram warna atau roda warna, di mana kontrasnya berada di ujung yang berlawanan dari roda warna.
Complementation
Jika kontras adalah kebalikan dari warna, complementation lebih mengacu pada warna yang mengaksen satu sama lain. Warna komplementer dapat ditemukan pada kebalikan dari sisi lingkaran warna. Tetapi perlu diingat walaupun warna-warna tertentu saling melengkapi satu sama lain, beberapa dapat lebih mendominasi daripada yang lain. Ini disebabkan oleh cara otak kita menafsirkan intensitas warna tertentu. Warna merah misalnya, akan mendominasi warna pelengkap warna hijau.
Vibrancy
Vibrancy mengacu pada intensitas, atau kecerahan warna yang diinterpretasikan oleh mata kita. Warna tertentu memiliki intensitas lebih tinggi daripada yang lain, sehingga membuatnya terasa lebih hangat seperti warna oranye, kuning dan merah. Desainer dapat memanfaatkan ini untuk menarik perhatian ke elemen halaman tertentu dengan menggunakan warna cerah misalnya.
Skema Warna
Selain teori warna, web desainer juga menggunakan skema warna tertentu untuk menggambarkan suatu website. Skema warna adalah serangkaian warna utama yang digunakan desainer dalam area utama website, seperti judul, latar belakang, dan berbagai elemen halaman.
Pada dasarnya konten tekstual dan gambar merupakan hal pertama yang dilihat pengunjung di website, namun skema warna adalah apa yang menentukan perasaan dan kesan mereka saat mereka menelusuri website. Berikut adalah skema warna yang umum digunakan dan telah terbukti efektif untuk desain website:
Triadic
Rangkaian skema warna yang paling mendasar dan andal adalah warna triadic. Skema ini melibatkan penggunaan tiga warna yang terletak 120 derajat dari satu sama lain dalam roda warna. Tiga warna akan menentukan latar belakang, konten, dan elemen halaman, seperti tombol, header, dan menu navigasi.
Compound
Ketika ada warna keempat dari skema triadic maka dapat merubah skema tersebut mejadi compound. Warna keempat ini biasanya dicadangkan untuk warna khusus brand yang telah diminta untuk dimasukkan, tetapi juga bisa menjadi warna komplementer untuk website.
Analogous
Skema warna analogous menggunakan warna yang saling melengkapi, seperti merah, oranye dan kuning, atau hijau, biru dan biru tua. Ini secara alami meningkatkan keserasian, dan menyoroti warna yang dipilih untuk skema ini.
Warna dalam konteks budaya Indonesia
Teori warna bersifat universal. Makna warna tidak.
Sebagian besar artikel tentang warna ditulis untuk audiens Barat, di mana putih diasosiasikan dengan kemurnian dan hitam dengan kesedihan. Di Indonesia, lapisan maknanya jauh lebih kaya.
Dalam tradisi Hindu Bali, warna terhubung dengan arah mata angin dan manifestasi ketuhanan: putih di timur, merah di selatan, kuning di barat, dan hitam di utara. Kain poleng dengan pola kotak hitam putih menandakan keseimbangan antara dua kekuatan yang berlawanan, dan hadir di hampir setiap pura.
Dalam tradisi Jawa, warna sogan berupa cokelat kemerahan pada batik keraton membawa nuansa kesahajaan dan penghormatan. Hijau memiliki makna khusus dalam konteks keislaman, sementara merah dan putih membawa muatan kebangsaan yang langsung dikenali.
Bagi bisnis yang beroperasi di Indonesia, ini berarti palet warna tidak dapat dipilih hanya berdasarkan estetika. Warna yang terasa modern di Jakarta bisa membawa arti yang berbeda di Bali atau Yogyakarta.
Inilah alasan keputusan warna sebaiknya didokumentasikan sejak awal, bukan diputuskan ulang pada setiap proyek. Panduan visual brand memastikan pilihan warna Anda konsisten di website, media sosial, dan materi cetak, sekaligus menjelaskan alasan di balik setiap pilihan kepada siapa pun yang bekerja dengan brand Anda.
Kontras dan aksesibilitas
Warna yang indah belum tentu dapat dibaca.
Standar aksesibilitas web (WCAG) menetapkan rasio kontras minimum antara teks dan latar belakangnya: 4,5:1 untuk teks berukuran normal, dan 3:1 untuk teks berukuran besar serta elemen antarmuka seperti tombol dan ikon. Dua warna brand yang terlihat serasi dalam presentasi bisa gagal memenuhi standar ini begitu diterapkan pada website.
Ini bukan sekadar soal kepatuhan. Sebagian pengunjung Anda memiliki keterbatasan penglihatan atau buta warna. Sebagian besar lainnya membuka website Anda dari layar ponsel, di bawah sinar matahari langsung, dengan tingkat kecerahan yang tidak ideal. Kontras yang lemah membuat mereka berhenti membaca sebelum sempat memahami apa pun.
Satu prinsip praktis: jangan pernah menyampaikan informasi hanya melalui warna. Pesan kesalahan berwarna merah sebaiknya disertai teks atau ikon, sehingga tetap dapat dipahami oleh siapa pun.
Pelajari lebih lanjut tentang pendekatan aksesibilitas kami.
Apa pendapat Anda tentang ide di balik skema warna dan teori emosi yang kami lansir dalam artikel ini? Kami berharap ini memberi Anda wawasan tentang pengaplikasiannya pada jasa desain website, dan dampaknya pada pengalaman penelusuran Anda.
Apakah Anda membutuhkan website untuk bisnis Anda? Sampaikan ide-ide Anda dengan tim kreatif kami di Juicebox.
Hubungi Tim Juicebox
Segera tingkatkan visibilitas bisnis anda di dunia digital dengan jasa digital marketing yang terpercaya seperti Juicebox. Juicebox adalah agensi digital marketing yang berbasis di Jakarta dan Bali. Juicebox menyediakan berbagai jasa digital marketing seperti jasa SEO (Search Engine Optimization), jasa Search Ads seperti Google Ads, jasa sosial media ads seperti Facebook Ads, sampai jasa copywriting seperti jasa pembuatan artikel. Hubungi kami untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan ahli digital marketing.